<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>kehidupan</title>
	<atom:link href="http://belajar.dagdigdug.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://belajar.dagdigdug.com</link>
	<description>kejadian-kejadian yang membantu kesadaran</description>
	<pubDate>Sun, 25 May 2008 11:44:04 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Perjuangan Hidup</title>
		<link>http://belajar.dagdigdug.com/2008/05/25/perjuangan-hidup/</link>
		<comments>http://belajar.dagdigdug.com/2008/05/25/perjuangan-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 May 2008 11:42:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>belajar</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[kebenaran]]></category>

		<category><![CDATA[motivasi]]></category>

		<category><![CDATA[nikmatnya hidup]]></category>

		<category><![CDATA[cinta]]></category>

		<category><![CDATA[cobaan]]></category>

		<category><![CDATA[inginkan]]></category>

		<category><![CDATA[keberanian]]></category>

		<category><![CDATA[kebijaksanaan]]></category>

		<category><![CDATA[kekuatan]]></category>

		<category><![CDATA[kemakmuran]]></category>

		<category><![CDATA[ketakutan]]></category>

		<category><![CDATA[kupu-kupu]]></category>

		<category><![CDATA[lemah]]></category>

		<category><![CDATA[menerima]]></category>

		<category><![CDATA[perjuangan]]></category>

		<category><![CDATA[pertolongan]]></category>

		<category><![CDATA[sia-sia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajar.dagdigdug.com/2008/05/25/perjuangan-hidup/</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari, muncul celah kecil pada sebuah kepompong;Â  seorang pria duduk dan memperhatikan calon kupu-kupu tsb berjuang keras selama berjam-jam untuk mendorong tubuhnya keluar melalui lobang kecil tersebut.
Kemudian, tampaknya usaha tsb sia-sia, berhenti dan tidak ada perkembangan yang berarti.
Seolah-olah terlihat usaha tersebut sudah mencapai satu titik, dimana tidak bisa berkelanjutan.
Maka, pria itu memutuskan untuk membantu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu hari, muncul celah kecil pada sebuah kepompong;Â  seorang pria duduk dan memperhatikan calon kupu-kupu tsb berjuang keras selama berjam-jam untuk mendorong tubuhnya keluar melalui lobang kecil tersebut.</p>
<p>Kemudian, tampaknya usaha tsb sia-sia, berhenti dan tidak ada perkembangan yang berarti.<br />
Seolah-olah terlihat usaha tersebut sudah mencapai satu titik, dimana tidak bisa berkelanjutan.</p>
<p>Maka, pria itu memutuskan untuk membantu kupu-kupu itu.</p>
<p>Dia mengambil sebuah gunting dan membuka kepompong itu. Kemudian kupu-kupu itu keluar dengan sangat mudahnya<br />
Tapi apa yg terjadi? Kupu-kupu itu memiliki tubuh yg tidak sempurna. Tubuhnya kecil dan sayapnya tidak berkembang</p>
<p>Pria itu tetap memperhatikan dan berharap, tidak lama lagi, sayap tersebut akan terbuka, membesar dan berkembang menjadi kuat untuk dapat mendukung badan kupu-kupu itu sendiri.</p>
<p>Semua yg diharapkan pria itu tidak terjadi!</p>
<p>Kenyataanya, kupu-kupu tersebut malah menghabiskan seluruh hidupnya merayap dengan tubuhnya yg lemah dan sayap yg terlipat.<br />
Kupu-kupu tsb tidak pernah bisa terbang</p>
<p>Apa yang pria itu lakukan, dengan segala kebaikan dan niat baiknya, dia tidak pernah mengerti, bahwa perjuangan untuk mengeluarkan badan kupu-kupu dari kepompong dengan cara mengeluarkan seluruh cairan dari badannya adalah suatu proses yang dibutuhkan, sehingga sayapnya dapat berkembang dan siap untuk terbang begitu keluar dari kepompong tersebut, sesuai dengan yang sudah ditentukan oleh TUHAN.</p>
<p>Seringkali, perjuangan adalah sesuatu yg kita butuhkan dalam hidup ini</p>
<p>Jika TUHAN memperbolehkan kita melewati hidup ini tanpa cobaan, hal ini akan membuat kita lemah&#8230; Kita tidak akan sekuat seperti apa yang kita harapkan, dan tidak akan pernah terbang seperti kupu-kupu itu.</p>
<p>Kita meminta kekuatan&#8230;dan TUHAN memberi kita kesulitan untuk kita hadapi dan membuat kita menjadi kuat.</p>
<p>Kita meminta kebijaksanaan&#8230;dan TUHAN memberikan kita masalah-masalah yg harus kita pecahkan.</p>
<p>Kita meminta kemakmuran&#8230;dan TUHAN memberikan otak dan kekuatan untuk bekerja.</p>
<p>Kita meminta keberanian&#8230;dan TUHAN memberi kita rintangan untuk kita hadapi.</p>
<p>Kita meminta cinta&#8230;dan TUHAN memberikan orang-orang yg dalam kesulitan untuk kita bantu.</p>
<p>Kita meminta pertolongan&#8230;dan TUHAN memberi kita kesempatan</p>
<p>â€œKita tidak menerima apa yang kita inginkan&#8230;., tapi kita menerima apa yang kita butuhkan.&#8221;</p>
<p>Jalanilah hidup tanpa ketakutan, hadapi semua masalah dan yakinlah bahwa kita mampu mengatasi semua itu.</p>
<p>(berdasarkan inspirasi dari seorang teman)</p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://belajar.dagdigdug.com/?p=21&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_21" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belajar.dagdigdug.com/2008/05/25/perjuangan-hidup/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Bersyukurlah</title>
		<link>http://belajar.dagdigdug.com/2008/05/19/bersyukurlah/</link>
		<comments>http://belajar.dagdigdug.com/2008/05/19/bersyukurlah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 May 2008 02:06:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>belajar</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[kebenaran]]></category>

		<category><![CDATA[motivasi]]></category>

		<category><![CDATA[nikmatnya hidup]]></category>

		<category><![CDATA[anugerah]]></category>

		<category><![CDATA[bersyukur]]></category>

		<category><![CDATA[berubah]]></category>

		<category><![CDATA[buta]]></category>

		<category><![CDATA[hidup]]></category>

		<category><![CDATA[mengeluh]]></category>

		<category><![CDATA[nikmatilah]]></category>

		<category><![CDATA[rayakan]]></category>

		<category><![CDATA[status]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajar.dagdigdug.com/2008/05/19/bersyukurlah/</guid>
		<description><![CDATA[Ada seorang gadis buta yang membenci dirinya sendiri karena kebutaannya itu. Tidak hanya terhadap dirinya sendiri, tetapi dia juga membenci semua orang kecuali kekasihnya. Kekasihnya selalu ada disampingnya untuk menemani dan menghiburnya. Dia berkata akan menikahi kekasihnya hanya jika dia bisa melihat dunia.
Suatu hari, ada seseorang yang mendonorkan sepasang mata kepadanya sehingga dia bisa melihat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada seorang gadis buta yang membenci dirinya sendiri karena kebutaannya itu. Tidak hanya terhadap dirinya sendiri, tetapi dia juga membenci semua orang kecuali kekasihnya. Kekasihnya selalu ada disampingnya untuk menemani dan menghiburnya. Dia berkata akan menikahi kekasihnya hanya jika dia bisa melihat dunia.</p>
<p>Suatu hari, ada seseorang yang mendonorkan sepasang mata kepadanya sehingga dia bisa melihat semua hal, termasuk kekasihnya. Kekasihnya bertanya, &#8220;Sekarang kamu bisa melihat dunia. Apakah kamu mau menikah denganku?&#8221;<br />
Gadis itu terguncang saat melihat bahwa kekasihnya ternyata buta. Dia menolak untuk menikah dengannya.</p>
<p>Kekasihnya pergi dengan air mata mengalir, dan kemudian menulis sepucuk surat singkat kepada gadis itu, &#8220;Sayangku, tolong jaga baik-baik mata saya.&#8221;</p>
<p>* * * * *</p>
<p>Kisah di atas memperlihatkan bagaimana pikiran manusia berubah saat status dalam hidupnya berubah. Hanya sedikit orang yang ingat bagaimana keadaan hidup sebelumnya dan lebih sedikit lagi yang ingat terhadap siapa harus berterima kasih karena telah menyertai dan menopang bahkan di saat yang paling menyakitkan.</p>
<p>Hidup adalah anugerah</p>
<p>Hari ini sebelum engkau berpikir untuk mengucapkan kata-kata kasar - Ingatlah akan seseorang yang tidak bisa berbicara.</p>
<p>Sebelum engkau mengeluh mengenai cita rasa makananmu - Ingatlah akan seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.</p>
<p>Sebelum engkau mengeluh tentang suami atau isterimu - Ingatlah akan seseorang yang menangis kepada Tuhan meminta pasangan hidup.</p>
<p>Hari ini sebelum engkau mengeluh tentang hidupmu - Ingatlah akan seseorang yang begitu cepat pergi ke surga.</p>
<p>Sebelum engkau mengeluh tentang anak-anakmu - Ingatlah akan seseorang yang begitu mengharapkan kehadiran seorang anak, tetapi tidak mendapatkannya.</p>
<p>Sebelum engkau bertengkar karena rumahmu yang kotor, dan tidak ada yang membersihkan atau menyapu lantai - Ingatlah akan orang gelandangan yang tinggal di jalanan.</p>
<p>Sebelum merengek karena harus menyopir terlalu jauh - Ingatlah akan sesorang yang harus berjalan kaki untuk menempuh jarak yang sama.</p>
<p>Dan ketika engkau lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu - Ingatlah akan para pengangguran, orang cacat dan mereka yang menginginkan pekerjaanmu.</p>
<p>Sebelum engkau menuding atau menyalahkan orang lain - Ingatlah bahwa tidak ada seorang pun yang tidak berdosa dan kita harus menghadap pengadilan Tuhan.</p>
<p>Dan ketika beban hidup tampaknya akan menjatuhkanmu - Pasanglah senyuman di wajahmu dan berterima kasihlah pada Tuhan karena engkau masih hidup dan ada di dunia ini.</p>
<p>Hidup adalah anugerah, jalanilah, nikmatilah, rayakan dan isilah itu.</p>
<p>NIKMATILAH SETIAP SAAT DALAM HIDUPMU DI SAAT INI-DISINI, KARENA MUNGKIN ITU TIDAK AKAN TERULANG LAGI!</p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://belajar.dagdigdug.com/?p=20&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_20" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belajar.dagdigdug.com/2008/05/19/bersyukurlah/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Utak-atik nilai huruf</title>
		<link>http://belajar.dagdigdug.com/2008/05/16/utak-atik-nilai-huruf/</link>
		<comments>http://belajar.dagdigdug.com/2008/05/16/utak-atik-nilai-huruf/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 May 2008 02:21:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>belajar</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>

		<category><![CDATA[nikmatnya hidup]]></category>

		<category><![CDATA[gigih]]></category>

		<category><![CDATA[keberuntungan]]></category>

		<category><![CDATA[komedi]]></category>

		<category><![CDATA[korupsi]]></category>

		<category><![CDATA[mujur]]></category>

		<category><![CDATA[satire]]></category>

		<category><![CDATA[sikap]]></category>

		<category><![CDATA[tingkah laku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajar.dagdigdug.com/2008/05/16/utak-atik-nilai-huruf/</guid>
		<description><![CDATA[Berikut Satire Comedy yang mungkin ada benarnya
Dari perhitungan konversi huruf2 silahkan disimak
Bagi yg pernah baca dan belajar 7 habit :
Jika, nilai huruf-huruf ini kita anggap sbb:
- A - B - C - D - E - F - G - H - I - J - K - L - M
1 - 2- 3 - [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berikut Satire Comedy yang mungkin ada benarnya</p>
<p>Dari perhitungan konversi huruf2 silahkan disimak</p>
<p>Bagi yg pernah baca dan belajar 7 habit :</p>
<p>Jika, nilai huruf-huruf ini kita anggap sbb:</p>
<p>- A - B - C - D - E - F - G - H - I - J - K - L - M</p>
<p>1 - 2- 3 - 4 -5 - 6 - 7 - 8 - 9- 10- 11- 12 - 13</p>
<p>- N - O - P - Q - R &#8212; S - T- U - V - W - X - Y - Z</p>
<p>14 - 15- 16- 17- 18 - 19 - 20- 21- 22- 23 -24 - 25- 26</p>
<p>Hitung bareng-bareng:</p>
<p>Bahasa Inggris (dipercaya oleh orang Amerika)</p>
<p>Kalau kita bekerja dengan modal angka tersebut dibawah, maka hasilnya adalah&#8230;</p>
<p>- H - A - R - D - W - O - R - K ( kerjakeras )</p>
<p>8 1 18 4 23 15 18 11 = 98% Only</p>
<p>- K - N - O - W - L - E - D - G - E ( pengetahuan )</p>
<p>11 14 15 23 12 5 4 7 5 = 96% Only</p>
<p>- L - O - B - B - Y - I - N - G ( pendekatan )</p>
<p>12 15 2 2 25 9 14 7 = 86% Only</p>
<p>- L - U - C - K ( keberuntungan )</p>
<p>12 21 3 11 = 47% Only</p>
<p>Ternyata &#8230; semua nilai dari usaha-usaha kita diatas nggak bisa</p>
<p>mengalahkan yang satu ini:</p>
<p>- A - T - T - I - T - U - D - E ( sikap/tingkah laku )</p>
<p>1 20 20 9 20 21 4 5 = 100%</p>
<p>tapi ini rumus yang berlaku di luar negeri he..he..he&#8230;.</p>
<p>Di Indonesia, itung-itungannya menjadi begini:</p>
<p>- G - I - G - I - H (HARDWORK)</p>
<p>7 9 7 9 8 = 40% Saja</p>
<p>- I - L - M - U (Knowledge)</p>
<p>9 12 13 21 = 55% Saja</p>
<p>- L - O - B - I (Lobbying)</p>
<p>12 15 2 9 = 38% Saja</p>
<p>- M - U - J - U - R (Luck)</p>
<p>13 21 10 21 18 = 83% Saja</p>
<p>- S - I - K - A - P (Attitude)</p>
<p>19 9 11 1 16 = 46% Saja</p>
<p>- K - O - R - U - P - S - I</p>
<p>11 15 18 21 16 19 9 = 109 %</p>
<p>Ternyata yg ditekuni orang-orang INDONESIA yaitu</p>
<p>&#8220;KORUPSI&#8221; mempunyai kadar mencapai keberhasilan 109%.</p>
<p>Lebih baik dari &#8220;ATTITUDE&#8221;- nya ORANG BARAT yg hanya 100%.</p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://belajar.dagdigdug.com/?p=19&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_19" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belajar.dagdigdug.com/2008/05/16/utak-atik-nilai-huruf/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pernahkah Anda menatap wajah orang-orang terdekat saat mereka tidur?</title>
		<link>http://belajar.dagdigdug.com/2008/04/12/pernahkah-anda-menatap-wajah-orang-orang-terdekat-saat-mereka-tidur/</link>
		<comments>http://belajar.dagdigdug.com/2008/04/12/pernahkah-anda-menatap-wajah-orang-orang-terdekat-saat-mereka-tidur/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Apr 2008 12:39:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>belajar</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[kebenaran]]></category>

		<category><![CDATA[motivasi]]></category>

		<category><![CDATA[cinta]]></category>

		<category><![CDATA[ekspresi]]></category>

		<category><![CDATA[getaran]]></category>

		<category><![CDATA[jujur]]></category>

		<category><![CDATA[kekar]]></category>

		<category><![CDATA[kenyang]]></category>

		<category><![CDATA[kesalahpahaman]]></category>

		<category><![CDATA[lelah]]></category>

		<category><![CDATA[mengalir]]></category>

		<category><![CDATA[nafkah]]></category>

		<category><![CDATA[pengorbanan]]></category>

		<category><![CDATA[rela]]></category>

		<category><![CDATA[sadar]]></category>

		<category><![CDATA[sejahtera]]></category>

		<category><![CDATA[wajah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajar.dagdigdug.com/2008/04/12/pernahkah-anda-menatap-wajah-orang-orang-terdekat-saat-mereka-tidur/</guid>
		<description><![CDATA[Kalau belum, cobalah sekali saja menatap mereka saat sedang tidur.
Saat itu yang tampak adalah ekspresi paling wajar dan paling jujur dari seseorang. Seorang artis yang ketika di panggung begitu cantik dan gemerlap pun bisa jadi akan tampak polos dan jauh berbeda jika ia sedang tidur. Orang paling kejam di dunia pun jika ia sudah tidur [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau belum, cobalah sekali saja menatap mereka saat sedang tidur.<br />
Saat itu yang tampak adalah ekspresi paling wajar dan paling jujur dari seseorang. Seorang artis yang ketika di panggung begitu cantik dan gemerlap pun bisa jadi akan tampak polos dan jauh berbeda jika ia sedang tidur. Orang paling kejam di dunia pun jika ia sudah tidur  tak akan tampak wajah bengisnya.<br />
Perhatikanlah ayah anda saat beliau sedang tidur. Sadarilah, betapa badan yang dulu kekar dan gagah itu kini semakin tua dan ringkih, betapa rambut-rambut putih mulai menghiasi kepalanya, betapa kerut merut mulai terpahat di wajahnya. Orang inilah yang tiap hari bekerja keras untuk kesejahteraan kita, anak-anaknya. Orang inilah, rela melakukan apa saja asal perut kita kenyang dan pendidikan kita lancar.<br />
Sekarang, beralihlah. Lihatlah ibu anda. Hmm&#8230;kulitnya mulai keriput dan tangan yang dulu halus membelai-belai tubuh bayi kita itu kini kasar karena tempaan hidup yang keras. Orang inilah yang tiap hari mengurus kebutuhan kita. Orang inilah yang paling rajin mengingatkan dan mengomeli kita semata-mata karena rasa kasih dan sayang, dan sayangnya, itu sering kita salah artikan.<br />
Cobalah menatap wajah orang-orang tercinta itu&#8230; Ayah, Ibu, Suami, Istri, Kakak, Adik, Anak, Sahabat, Semuanya&#8230;<br />
Rasakanlah sensasi yang timbul sesudahnya. Rasakanlah energi cinta yang mengalir pelan-pelan saat menatap wajah lugu yang terlelap itu.<br />
Rasakanlah getaran cinta yang mengalir deras ketika mengingat betapa banyaknya pengorbanan yang telah dilakukan orang-orang itu untuk kebahagiaan anda.<br />
Pengorbanan yang kadang tertutupi oleh kesalahpahaman kecil yang entah kenapa selalu saja nampak besar. Secara ajaib Tuhan mengatur agar pengorbanan itu bisa tampak lagi melalui wajah-wajah jujur mereka saat sedang tidur.<br />
Pengorbanan yang kadang melelahkan namun enggan mereka ungkapkan. Dan ekspresi wajah ketika tidur pun mengungkap segalanya. Tanpa kata, tanpa suara dia berkata &#8220;betapa lelahnya aku hari ini&#8221;. Dan penyebab lelah itu? Untuk siapa dia berlelah-lelah? Tak lain adalah kita.<br />
Suami yang bekerja keras mencari nafkah, istri yang bekerja keras mengurus dan mendidik anak, juga rumah. Kakak, adik, anak, dan sahabat yang telah melewatkan hari-hari suka dan duka bersama kita.<br />
Resapilah kenangan-kenangan manis dan pahit yang pernah terjadi dengan menatap wajah-wajah mereka. Rasakanlah betapa kebahagiaan dan keharuan seketika membuncah jika mengingat itu semua.<br />
Bayangkanlah apa yang akan terjadi jika esok hari mereka &#8220;orang-orang terkasih itu&#8221; tak lagi membuka matanya, selamanya &#8230;&#8230;</p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://belajar.dagdigdug.com/?p=18&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_18" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belajar.dagdigdug.com/2008/04/12/pernahkah-anda-menatap-wajah-orang-orang-terdekat-saat-mereka-tidur/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Paradoks dalam kehidupan kita</title>
		<link>http://belajar.dagdigdug.com/2008/04/02/paradoks-dalam-kehidupan-kita/</link>
		<comments>http://belajar.dagdigdug.com/2008/04/02/paradoks-dalam-kehidupan-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Apr 2008 02:52:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>belajar</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[kebenaran]]></category>

		<category><![CDATA[motivasi]]></category>

		<category><![CDATA[]]></category>

		<category><![CDATA[berencana]]></category>

		<category><![CDATA[cada ria]]></category>

		<category><![CDATA[ceroboh]]></category>

		<category><![CDATA[hati nurani]]></category>

		<category><![CDATA[indah]]></category>

		<category><![CDATA[kebutuhan]]></category>

		<category><![CDATA[kenyamanan]]></category>

		<category><![CDATA[nafkah]]></category>

		<category><![CDATA[obat]]></category>

		<category><![CDATA[rumah]]></category>

		<category><![CDATA[rumah tangga]]></category>

		<category><![CDATA[sehat]]></category>

		<category><![CDATA[waktu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajar.dagdigdug.com/2008/04/02/paradoks-dalam-kehidupan-kita/</guid>
		<description><![CDATA[Dewasa ini kita memiliki rumah lebih besar dan keluarga yang lebih kecil; lebih banyak
kenyamanan, tetapi kurang waktu;
Kita memiliki lebih banyak gelar, tetapi lebih sedikit nalar; lebih banyak pengetahuan,
tetapi kurang memahami yang namanya tahu;
Kita memiliki lebih banyak ahli, tetapi lebih banyak masalah; lebih banyak obat-obatan,
tetapi kurang sehat.
Kita terlalu ceroboh berbelanja, terlalu sedikit ketawa, berkendaraan teralu cepat,
terlalu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dewasa ini kita memiliki rumah lebih besar dan keluarga yang lebih kecil; lebih banyak<br />
kenyamanan, tetapi kurang waktu;</p>
<p>Kita memiliki lebih banyak gelar, tetapi lebih sedikit nalar; lebih banyak pengetahuan,<br />
tetapi kurang memahami yang namanya tahu;</p>
<p>Kita memiliki lebih banyak ahli, tetapi lebih banyak masalah; lebih banyak obat-obatan,<br />
tetapi kurang sehat.</p>
<p>Kita terlalu ceroboh berbelanja, terlalu sedikit ketawa, berkendaraan teralu cepat,<br />
terlalu mudah marah, kurang tidur, bangun dalam keadaan terlalu lelah, sedikit membaca,Â nonton TV terlalu banyak, jarang berdoa.</p>
<p>Kita telah melipatgandakan harta kita, tetapi mengurangi nilai-nilai kita. Kita ngomong<br />
terlalu banyak, mencintai terlalu sedikit dan terlalu sering berbohong.</p>
<p>Kita telah belajar bagaimana mencari nafkah, tetapi bukannya kehidupan; kita telah<br />
menambahkan tahun demi tahun ke dalam kehidupan kita, bukannya nilai kehidupan yangÂ ditambahkan ke dalam setiap tahunnya.</p>
<p>Kita memiliki gedung-gedung bertingkat yang lebih tinggi, tetapi emosi amarah yang lebihÂ pendek (spontan); jalan bebas hambatan yang lebih lebar, tetapi sudut pandang yang lebihÂ sempit.</p>
<p>Kita menghabiskan lebih banyak, tetapi memiliki lebih sedikit; kita membeli lebih<br />
banyak, tetapi lebih sedikit menikmatinya.</p>
<p>Kita telah melakukan perjalanan pulang pergi ke bulan, tetapi bermasalah untuk<br />
menyeberangi jalan guna menemui tetangga baru kita.</p>
<p>Kita telah menjelajahi ruang angkasa, tetapi bukannya ruang di dalam diri (hati nurani)<br />
kita sendiri. Kita telah memilah atom, tetapi bukannya kebijakan kita.</p>
<p>Kita menulis lebih banyak, tetapi lebih sedikit belajar; lebih banyak berencana, tetapi<br />
lebih sedikit merealisasikannya.</p>
<p>Kita telah belajar untuk cepat, bukannya belajar untuk menunggu; kita memiliki<br />
pendapatan yang lebih tinggi, tetapi moral yang lebih rendah.</p>
<p>Kita membuat lebih banyak komputer untuk menyimpan lebih banyak informasi lagi,<br />
memproduksi lebih banyak salinan, tetapi kurang berkomunikasi. Kuantitas kita berjibum,Â tetapi kualitas kita sedikit.</p>
<p>Kini masanya makanan cepat saji dan pelahan dalam mencerna; orang-orang yang tinggi danÂ berkarakter pendek; keuntungan yang meningkat dan persahabatan yang dangkal.</p>
<p>Lebih banyak kesenangan dan kurang canda ria; lebih banyak ragam makanan, tetapi kurangÂ bergizi; pendapatan dari 2 sumber, tetapi lebih banyak perceraian; rumah yang lebihÂ indah, tetapi rumah tangga yang berantakan.</p>
<p>Oleh karenanya, sejak hari ini, janganlah menyimpan segala sesuatunya untuk hal-hal yangÂ istimewa, karena setiap harinya yang anda jalani adalah hal-hal yang istimewa.</p>
<p>Carilah pengetahuan, membacalah lebih banyak lagi, duduklah di teras anda dan nikmati<br />
pemandangan yang ada tanpa memperhatikan kebutuhan-kebutuhan anda.</p>
<p>Luangkan waktu lebih banyak untuk keluarga anda dan teman-teman anda, makanlah apa yangÂ menjadi kesukaan anda, kunjungilah tempat-tempat yang anda sukai.</p>
<p>Kehidupan adalah sebuah rangkaian kenikmatan, bukan hanya tentang bertahan untuk hidup.</p>
<p>Pakailah gelas kristal anda (kalau punya). Jangan menyimpan parfum terbaik anda,<br />
gunakanlah setiap saat anda ingin untuk memakainya.</p>
<p>Hilangkan frasa atau istilah &#8220;dalam beberapa hari ini&#8221; dan &#8220;kelak&#8221;. Sesegeralah di saat<br />
ini disini kita menulis surat yang kita ingin lakukan &#8220;dalam beberapa hari in.</p>
<p>Marilah kita mengatakan kepada keluarga dan teman-teman kita betapa kita mencintai<br />
mereka. Jangan menunda apapun yang bisa menambah kenikmatan dan tawa ke dalam kehidupanÂ anda.</p>
<p>Setiap hari, setiap jam, setiap menit adalah istimewa. Dan anda tidak tahu kapan itu<br />
akan merupakan saat terakhir anda.</p>
<p>Jika anda terlalu sibuk untuk meluangkan waktu anda untuk membaca dan merenungkan ini,Â cobalah untuk berpikir &#8220;dalam beberapa hari ini&#8221;, maka anda tidak akan pernahÂ merenungkannya.</p>
<p>(unknown source)</p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://belajar.dagdigdug.com/?p=17&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_17" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belajar.dagdigdug.com/2008/04/02/paradoks-dalam-kehidupan-kita/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Penghasilan Warren Buffet</title>
		<link>http://belajar.dagdigdug.com/2008/03/27/penghasilan-warren-buffet/</link>
		<comments>http://belajar.dagdigdug.com/2008/03/27/penghasilan-warren-buffet/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Mar 2008 00:44:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>belajar</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>

		<category><![CDATA[nikmatnya hidup]]></category>

		<category><![CDATA[derma]]></category>

		<category><![CDATA[donor]]></category>

		<category><![CDATA[finansial]]></category>

		<category><![CDATA[guru]]></category>

		<category><![CDATA[imbalan]]></category>

		<category><![CDATA[manfaat]]></category>

		<category><![CDATA[memiliki]]></category>

		<category><![CDATA[mendermakan]]></category>

		<category><![CDATA[mengembalikan]]></category>

		<category><![CDATA[prajurit]]></category>

		<category><![CDATA[proporsional]]></category>

		<category><![CDATA[rela]]></category>

		<category><![CDATA[yayasan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajar.dagdigdug.com/2008/03/27/penghasilan-warren-buffet/</guid>
		<description><![CDATA[Seorang sahabat saya mengirimkan artikel temannya yang dia baca di majalah dalam penerbangannya sbb.:
Ketika ditanya mengapa Warren Buffet mendermakan sebagian besar dari kekayaannya ke Yayasan &#8216;Bill and Melinda Gates&#8217;, dia menjawab, &#8220;Pemberian saya tidak ada apa-apanya. Saya bisa memiliki segala sesuatu yang saya perlukan dengan menggunakan kurang dari 1% nilai kekayaan saya. Saya dilahirkan di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang sahabat saya mengirimkan artikel temannya yang dia baca di majalah dalam penerbangannya sbb.:</p>
<p>Ketika ditanya mengapa Warren Buffet mendermakan sebagian besar dari kekayaannya ke Yayasan &#8216;Bill and Melinda Gates&#8217;, dia menjawab, &#8220;Pemberian saya tidak ada apa-apanya. Saya bisa memiliki segala sesuatu yang saya perlukan dengan menggunakan kurang dari 1% nilai kekayaan saya. Saya dilahirkan di negara yang tepat pada waktu yang tepat, dan pekerjaan saya memperoleh imbalan yang tidak proporsional bila dibandingkan dengan imbalan para guru dan prajurit. Saya hanya mengembalikan kelebihan imbalan saya yang tidak memiliki nilai bagi saya, tapi dapat memberikan banyak manfaat kepada orang-orang lain. Orang-orang yang paling saya kagumi adalah mereka-mereka pendonor kecil yang rela mengorbankan &#8216;anggaran menonton bioskop dan makan-makan di restoran&#8217; mereka untuk diberikan kepada orang-orang yang membutuhkannya.&#8221;</p>
<p>Rupanya kutipan diatas diambil dari buku karangan Bill Clinton berjudul &#8220;GIVING&#8221;. Di artikel &#8216;Pajak&#8217; pada Blog ini juga menggambarkan sedikit dari situasi orang-orang kecil ini yang &#8216;terpaksa&#8217;.</p>
<p>Nah, siapa yang merasa imbalan finansialnya berlebihan sehingga tidak proporsional dengan hasil kerjanya?, boleh mendermakan kepada mereka-mereka yang lebih membutuhkannya. Tapi siapa ya? &#8230;&#8230;&#8230;. Konglomerat? &#8230;.. Pejabat? &#8230;&#8230; Pengusaha? &#8230;&#8230; Tuan tanah? &#8230;&#8230;</p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://belajar.dagdigdug.com/?p=16&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_16" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belajar.dagdigdug.com/2008/03/27/penghasilan-warren-buffet/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Hikmah</title>
		<link>http://belajar.dagdigdug.com/2008/03/24/hikmah/</link>
		<comments>http://belajar.dagdigdug.com/2008/03/24/hikmah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Mar 2008 01:40:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>belajar</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>

		<category><![CDATA[belajar]]></category>

		<category><![CDATA[hikmah]]></category>

		<category><![CDATA[kesempatan]]></category>

		<category><![CDATA[pelajaran]]></category>

		<category><![CDATA[rintangan]]></category>

		<category><![CDATA[tersembunyi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajar.dagdigdug.com/2008/03/24/hikmah/</guid>
		<description><![CDATA[Pada zaman dahulu kala, tersebutlah seorang Raja, Â yang menempatkan sebuah batu besar di tengah-tengah jalan. Raja tersebut kemudian bersembunyi, untuk melihat apakah ada yang mau menyingkirkan batu itu dari jalan. Beberapa pedagang terkaya yang menjadi rekanan raja tiba di tempat, untuk berjalan melingkari batu besar tersebut. Banyak juga yang datang, kemudian memaki-maki sang Raja, karena [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada zaman dahulu kala, tersebutlah seorang Raja, Â yang menempatkan sebuah batu besar di tengah-tengah jalan. Raja tersebut kemudian bersembunyi, untuk melihat apakah ada yang mau menyingkirkan batu itu dari jalan. Beberapa pedagang terkaya yang menjadi rekanan raja tiba di tempat, untuk berjalan melingkari batu besar tersebut. Banyak juga yang datang, kemudian memaki-maki sang Raja, karena tidak membersihkan jalan dari rintangan.</p>
<p>Tetapi tidak ada satupun yang mau melancarkan jalan dengan menyingkirkan batu itu. Kemudian datanglah seorang petani, yang menggendong banyak sekali sayur mayur. Ketika semakin dekat, petani ini kemudian meletakkan dahulu bebannya, dan mencoba memindahkan batu itu ke pinggir jalan.</p>
<p>Setelah banyak mendorong dan mendorong, akhirnya ia berhasil menyingkirkan batu besar itu. Ketika si petani ingin mengangkat kembali sayurnya, ternyata di tempat batu tadi ada kantung yang berisi banyak uang emas dan surat Raja. Surat yang mengatakan bahwa emas ini hanya untuk orang yang mau menyingkirkan batu tersebut dari jalan.</p>
<p>Petani ini kemudian belajar, satu pelajaran yang kita tidak pernah bisa mengerti. Bahwa pada dalam setiap rintangan, tersembunyi kesempatan yang bisa dipakai untuk<br />
memperbaiki hidup kita.</p>
<p>(source: unknown)</p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://belajar.dagdigdug.com/?p=15&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_15" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belajar.dagdigdug.com/2008/03/24/hikmah/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Sudahkah kita berbagi?</title>
		<link>http://belajar.dagdigdug.com/2008/03/24/sudahkah-kita-berbagi/</link>
		<comments>http://belajar.dagdigdug.com/2008/03/24/sudahkah-kita-berbagi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Mar 2008 01:35:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>belajar</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>

		<category><![CDATA[berbagi]]></category>

		<category><![CDATA[layak]]></category>

		<category><![CDATA[menangis]]></category>

		<category><![CDATA[terharu]]></category>

		<category><![CDATA[tip]]></category>

		<category><![CDATA[uang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajar.dagdigdug.com/2008/03/24/sudahkah-kita-berbagi/</guid>
		<description><![CDATA[Selalulah perhatikan dan ingat, pada semua yang anda layani.
Di zaman es krim khusus (ice cream sundae) masih murah, seorang anak laki-laki umur 10-an tahun masuk ke Coffee Shop Hotel, dan duduk di meja. Seorang pelayan wanita menghampiri, dan memberikan air putih dihadapannya. Anak ini kemudian bertanya &#8220;Berapa ya, &#8230;. harga satu ice cream sundae?&#8221; katanya. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selalulah perhatikan dan ingat, pada semua yang anda layani.</p>
<p>Di zaman es krim khusus (ice cream sundae) masih murah, seorang anak laki-laki umur 10-an tahun masuk ke Coffee Shop Hotel, dan duduk di meja. Seorang pelayan wanita menghampiri, dan memberikan air putih dihadapannya. Anak ini kemudian bertanya &#8220;Berapa ya, &#8230;. harga satu ice cream sundae?&#8221; katanya. &#8220;50 sen&#8230;&#8221; balas si pelayan.</p>
<p>Si anak kemudian mengeluarkan isi sakunya dan menghitung dan mempelajari koin-koin di kantongnya.. .. &#8220;Wah&#8230; Kalau ice cream yang biasa saja berapa?&#8221; katanya<br />
lagi. Tetapi kali ini orang-orang yang duduk di meja-meja lain sudah mulai<br />
banyak&#8230; dan pelayan ini mulai tidak sabar. &#8220;35 sen&#8221; kata si pelayan sambil uring-uringan.</p>
<p>Anak ini mulai menghitungi dan mempelajari lagi  koin-koin yang tadi di kantongnya. &#8220;Bu&#8230; saya pesan yang ice cream biasa saja ya&#8230;&#8221; ujarnya.Â  Sang pelayan kemudian membawa ice cream tersebut, meletakkan kertas bon di atas meja dan terus melengos berjalan&#8230;. Si anak ini kemudian makan ice-cream, bayar di kasir, dan pergi.</p>
<p>Ketika si pelayan wanita ini kembali untuk membersihkan meja si anak kecil tadi, dia mulai menangis terharu. Rapi tersusun disamping piring kecilnya yang kosong, ada 2 buah koin 10-sen dan 5 buah koin 1-sen.</p>
<p>Anda bisa lihat&#8230; anak kecil ini tidak bisa pesan Ice-cream Sundae, karena tidak memiliki cukup uang untuk memberi sang pelayan uang tip yang &#8220;layak&#8221; &#8230;&#8230;</p>
<p>(source: unknown)</p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://belajar.dagdigdug.com/?p=14&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_14" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belajar.dagdigdug.com/2008/03/24/sudahkah-kita-berbagi/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Atensi</title>
		<link>http://belajar.dagdigdug.com/2008/03/24/atensi/</link>
		<comments>http://belajar.dagdigdug.com/2008/03/24/atensi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Mar 2008 01:29:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>belajar</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>

		<category><![CDATA[atensi]]></category>

		<category><![CDATA[penting]]></category>

		<category><![CDATA[senyum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajar.dagdigdug.com/2008/03/24/atensi/</guid>
		<description><![CDATA[BerikutÂ ceritaÂ lainÂ yangÂ mungkinÂ membangkitkanÂ pengertianÂ kitaÂ &#8230;&#8230;..
Pada bulan ke 2 di awal kuliah saya, seorang profesor memberikan quiz
mendadak pada kami. Karena kebetulan cukup menyimak semua kuliah-kuliahnya, saya cukup cepat menyelesaikan soal-soal quiz,Â  sampai pada soal yang terakhir.
Isi soal terakhir ini adalah: Siapa nama depan wanita yang menjadi petugas pembersih sekolah?. Â Saya yakin soal ini cuma &#8220;bercanda&#8221;. Saya sering melihat perempuan ini. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>BerikutÂ ceritaÂ lainÂ yangÂ mungkinÂ membangkitkanÂ pengertianÂ kitaÂ &#8230;&#8230;..</p>
<p>Pada bulan ke 2 di awal kuliah saya, seorang profesor memberikan quiz<br />
mendadak pada kami. Karena kebetulan cukup menyimak semua kuliah-kuliahnya, saya cukup cepat menyelesaikan soal-soal quiz,Â  sampai pada soal yang terakhir.</p>
<p>Isi soal terakhir ini adalah: Siapa nama depan wanita yang menjadi petugas pembersih sekolah?. Â Saya yakin soal ini cuma &#8220;bercanda&#8221;. Saya sering melihat perempuan ini. Tinggi, berambut gelap dan berusia sekitar 50-an, tapi bagaimana saya tahu nama depannya&#8230;? Saya kumpulkan saja kertas ujian saya, tentu saja dengan jawaban soal terakhir kosong.</p>
<p>Sebelum kelas usai, seorang rekan bertanya pada Profesor itu, mengenai soal<br />
terakhir akan &#8220;dihitung&#8221; atau tidak.. &#8220;Tentu Saja Dihitung!!&#8221; kata si Profesor. &#8220;Pada perjalanan karirmu, kamu akan ke temui banyak orang. Semuanya penting!. Semua harus kamu perhatikan dan pelihara, walaupun itu cuma dengan sepotong senyuman, atau sekilas &#8220;hallo&#8221;!.</p>
<p>Saya selalu ingat pelajaran itu. Saya kemudian tahu, bahwa nama depan ibu pembersih sekolah adalah &#8220;Dorothy&#8221;.</p>
<p>(source: unknown)</p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://belajar.dagdigdug.com/?p=13&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_13" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belajar.dagdigdug.com/2008/03/24/atensi/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Memberi ketika dibutuhkan</title>
		<link>http://belajar.dagdigdug.com/2008/03/24/memberi-ketika-dibutuhkan/</link>
		<comments>http://belajar.dagdigdug.com/2008/03/24/memberi-ketika-dibutuhkan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Mar 2008 01:21:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>belajar</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajar.dagdigdug.com/2008/03/24/memberi-ketika-dibutuhkan/</guid>
		<description><![CDATA[Ini sedikit cerita yang mudah-mudahan menyadarkan kita semua:
Waktu itu, ketika saya masih seorang sukarelawan yang bekerja di sebuah rumah sakit, saya berkenalan dengan seorang gadis kecil yang bernama Liz, seorang penderita suatu penyakit serius yang sangat jarang.
Kesempatan sembuh, hanya ada pada adiknya, Â seorang pria kecil yang  berumur 5 tahun, yang secara mujizat sembuh dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini sedikit cerita yang mudah-mudahan menyadarkan kita semua:</p>
<p>Waktu itu, ketika saya masih seorang sukarelawan yang bekerja di sebuah rumah sakit, saya berkenalan dengan seorang gadis kecil yang bernama Liz, seorang penderita suatu penyakit serius yang sangat jarang.<br />
Kesempatan sembuh, hanya ada pada adiknya, Â seorang pria kecil yang  berumur 5 tahun, yang secara mujizat sembuh dari penyakit yang sama. Anak ini memiliki antibodi yang diperlukan untuk melawan penyakit itu. Dokter kemudian mencoba menerangkan situasi lengkap medikal tersebut ke anak kecil ini, dan bertanya apakah ia siap memberikan darahnya kepada kakak perempuannya. Saya melihat si kecil itu ragu-ragu sebentar,Â  sebelum mengambil nafas panjang dan berkata &#8220;Baiklah&#8230; Saya akan melakukan hal tersebut&#8230;. asalkan itu bisa menyelamatkan kakakku&#8221;.</p>
<p>Mengikuti proses tranfusi darah, si kecil ini berbaring di tempat tidur, di samping kakaknya. Wajah sang kakak mulai memerah, tetapi wajah si kecil mulai pucat dan senyumnya menghilang. Si kecil melihat ke dokter itu, dan bertanya dalam suara yang bergetar&#8230; katanya &#8220;Apakah saya akan langsung mati dokter&#8230; ?&#8221; Rupanya si kecil sedikit salah pengertian. Ia merasa, bahwa ia harus menyerahkan semua darahnya untuk menyelamatkan jiwa kakaknya.</p>
<p>Lihatlah&#8230;bukankah pengertian dan sikap adalah segalanya&#8230; .<br />
Bagilah pengalaman anda yang dapat memberikan hal-hal positif bagi siapa saja.</p>
<p><em>Memberi lebih baik daripada menerima,<br />
Bekerjalah seolah anda tidak  memerlukan uang,<br />
Mencintailah seolah anda tidak pernah dikecewakan,<br />
Menari dan menyanyilah seolah tidak ada yang menonton &#8230;.</em></p>
<p><strong>DALAM GELAPNYA MALAM,<br />
KITA JUSTRU DAPAT MELIHAT INDAHNYA BINTANG</strong></p>
<p>(source:Â unknown)</p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://belajar.dagdigdug.com/?p=12&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_12" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belajar.dagdigdug.com/2008/03/24/memberi-ketika-dibutuhkan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
